Logo

Dilema FOMO dan JOMO : Takut Ketinggalan atau Pengen Hidup Tenang?

Photo by pikisuperstar on Freepik

Sohib Level Up, Kamu Tim FOMO atau JOMO? Yuk, Cek Dulu!

Pernah nggak sih, kamu lagi santai di rumah, terus buka media sosial dan tiba-tiba merasa panik? Teman-teman lagi nongkrong di kafe hits, ada konser seru yang semua orang datangi, atau tren terbaru yang sepertinya wajib diikuti. Rasanya seperti ketinggalan sesuatu yang penting. Nah, kalau kamu pernah merasa seperti ini, artinya kamu mengalami FOMO (Fear of Missing Out).

Tapi, ada juga nih kebalikannya, JOMO (Joy of Missing Out). Ini bukan sekadar melewatkan sesuatu, tapi benar-benar menikmati ketenangan tanpa tekanan sosial. JOMO adalah tentang memilih kesenangan dalam momen kecil yang tidak selalu harus diunggah ke media sosial. Jadi, sohib, kamu lebih sering mengalami yang mana? Yuk, kita bahas lebih lanjut!

Kenapa Kita Sering Kena FOMO?

Di era digital ini, media sosial jadi salah satu faktor utama pemicu FOMO. Kita sering melihat postingan orang lain yang terlihat sempurna, tanpa tahu cerita di baliknya. Algoritma media sosial dirancang agar kita terus scrolling dan merasa ada sesuatu yang harus kita kejar. Akhirnya, kita jadi membandingkan diri dengan orang lain dan merasa kurang puas dengan apa yang kita punya.

Selain itu, FOMO juga muncul dari ketakutan kehilangan peluang. “Gimana kalau event itu beneran seru banget?” atau “Kalau aku nggak ikutan, nanti nyesel nggak ya?” Pikiran-pikiran ini sering bikin kita sulit menolak ajakan, meskipun sebenarnya kita capek atau nggak benar-benar ingin ikut.

“Menurut riset dari University of Oxford, FOMO berkaitan erat dengan kecemasan dan ketidakpuasan diri. Semakin sering kita merasa ketinggalan, semakin besar risiko stres dan kurangnya kesejahteraan mental (Przybylski et al., 2013).” Jadi, penting banget buat kita sadar kapan harus berhenti dan menikmati hidup dengan cara kita sendiri.

JOMO: Seni Menikmati Hidup Tanpa Tekanan Sosial

Kalau FOMO bikin kita cemas, JOMO justru membawa ketenangan. Dengan JOMO, kita belajar bahwa nggak semua hal perlu diikuti, dan nggak semua momen harus dibagikan. Nah, gimana caranya beralih ke mindset JOMO?

  • Kurangi Waktu di Media Sosial

Jangan sampai scrolling jadi kebiasaan yang bikin kamu cemas sendiri. Coba atur waktu khusus buat cek media sosial.

  • Fokus pada Diri Sendiri

Apa yang benar-benar bikin kamu bahagia? Bukan karena tren atau tekanan sosial, tapi karena kamu sendiri menikmatinya.

  • Nikmati Momen Tanpa Perlu Dibagikan  

Kadang, momen terbaik justru terjadi saat kita nggak sibuk mencari angle foto yang pas buat Instagram.

  • Rayakan Hal-Hal Kecil  

Minum teh sambil baca buku favorit, ngobrol santai dengan keluarga, atau sekadar rebahan tanpa merasa bersalah. Itu semua juga bentuk kebahagiaan.

  • Latih Rasa Syukur

Alih-alih merasa ketinggalan, fokuslah pada hal-hal baik yang telah kamu miliki. Semakin kamu bersyukur, semakin sedikit rasa cemas karena tertinggal.

  • Pilih Kegiatan yang Bermakna 

Daripada mengikuti tren hanya karena takut tertinggal, pilihlah aktivitas yang benar-benar membawa kebahagiaan dan manfaat bagi dirimu.

FOMO Bisa Dimanfaatkan dengan Positif!

Eits, jangan salah, FOMO juga bisa punya sisi baik, lho! Rasa takut ketinggalan bisa jadi motivasi buat kita terus berkembang, belajar hal baru, atau mencari pengalaman berharga. Misalnya, kalau kamu FOMO soal tren bisnis, kamu bisa memanfaatkannya untuk mencari peluang usaha. Atau kalau teman-temanmu sedang ikut kelas pengembangan diri, mungkin itu bisa jadi dorongan buat kamu mencoba hal serupa. Yang penting, kita tetap sadar dan nggak membiarkan FOMO mengendalikan hidup kita sepenuhnya.

Sohib, hidup ini bukan kompetisi buat selalu terlihat keren di media sosial. FOMO memang wajar, tapi kalau berlebihan bisa bikin kita stres dan kehilangan momen berharga. Sebaliknya, JOMO mengajarkan kita untuk lebih menikmati hidup tanpa tekanan sosial. Yang terbaik adalah menemukan keseimbangan: tetap terhubung dengan dunia luar tanpa kehilangan ketenangan batin.

Jadi, kamu mau tetap terjebak di FOMO atau mulai berlatih menikmati hidup dengan JOMO? Pilihan ada di tanganmu! 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Level Up! adalah komunitas anak muda, platform dan gerakan sosial dibidang pendidikan non-formal. Kami adalah sebuah platform gratis untuk anak muda mengembangkan dirinya dan menjadi tempat untuk para milenial & gen-z mendapatkan pengalaman/ilmu/skill baru yang tidak didapatkan di bangku pendidikan formal

HOME

BLOG

ABOUT

CONTACT US

Contact Us

Level Up Indonesia Headquarters

Jl. Kupang Krajan II No 34 A, Sawahan - 60253
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia

e-mail :

levelup.surel@gmail.com

hai@levelupindonesia.com

phone :

+62 838-4919-4848

Copyright © 2022 by Level Up! Indonesia. All Right Reserved.