Ada yang sedang menempuh pendidikan S2, ada yang mencari pekerjaan, ada yang sudah menikah dan punya anak, ada yang menghilang bak hantu tanpa kabar. Saat kita melihat ke kiri dan kanan, umur 20-an memang periode hidup yang begitu random ya, Sohib! Setiap orang sedang ada di fase hidupnya masing-masing dan menghadapi permasalahan pribadi yang beraneka ragam.
Umur 20-an bisa dibilang periode hidup yang penuh drama dengan segala abu-abu dan ketidak pastiannya. Namun, rintangan-rintangan yang muncul di umur ini tidak hanya membuat kita susah, tapi juga membuahkan banyak pelajaran hidup. Berikut ini 5 pelajaran hidup yang bisa kamu pelajari dari umur 20-an.

Jangan pernah ragu untuk mencoba banyak hal baru dan mengambil risiko. Ketika masih muda terlebih di usia produktif, aset terbesar kita bukanlah bakat, gagasan ataupun pengalaman yang kamu punya, melainkan waktu. Di umur 20-an kita memiliki waktu untuk melakukan kesalahan, mencari sebanyak mungkin pengalaman dan menemukan passion serta siapa diri kamu sebenarnya seawal mungkin. We still have nothing to lose dan tanggung jawab hidup pada umumnya masih belum seserius itu. Karena itu, pelajaran waktu ini bisa kamu manfaatkan waktu dengan baik untuk memaksimalkan potensi diri kamu.

Sama dengan diri kamu, orang-orang yang kamu kenal dan anggap sebagai teman juga akan menempuh perjalanan mereka masing-masing di umur 20-an. Ada dua macam teman yang hadir mengisi hidup, teman yang akan tetap menjadi tempat kita pulang, sejauh apapun kamu melangkah. Teman seperti ini hanya singgah lalu pergi tanpa pernah pulang.
Tipe teman kedua dalam pelajaran hidup adalah teman yang akan membuat kamu merasa pertemanan yang telah dibangun harus mengalah dengan jarak dan waktu. Kamu tidak akan pernah tahu nama siapa yang akan selalu ada dan siapa yang akan menjadi seseorang yang hanya pernah kita kenal. Tidak ada yang perlu disesali, people come and go dan kehilangan teman adalah salah satu harga dari sebuah proses.

Membuat daftar cita-cita dan mimpi yang ingin kamu raih adalah hal yang sangat penting. Dunia tetap berputar karena kamu punya tujuan hidup. Namun, jika dalam kurun waktu tertentu yang bisa diraih hanyalah satu atau sebagian dari seluruh cita-cita, hal tersebut bukan akhir dari dunia.
Saat kamu menoleh ke belakang dan berkaca pada proses, daftar tersebut akan menunjukkan mimpi mana yang benar-benar penting untuk diwujudkan dan mana yang harus ditinggalkan. Ingat, nilai dari sebuah pencapaian bukanlah banyaknya tujuan yang berhasil kamu realisasikan. Di samping semua itu, proses yang mendewasakan diri, sesering apa kamu jatuh dan sebanyak apa pula kamu harus tetap bangkit tetap bangkit.
Manusia memiliki kecenderungan untuk hanya peduli terhadap keberhasilan yang besar. Di umur 20-an, kamu akan melihat banyak teman dan orang yang kita kenal telah menaiki tangga kesuksesan masing-masing. Sementara pada saat itu, kamu punya idealisme tinggi dan merasa harus melakukan satu hal yang besar untuk mengubah hidup dan dunia. Tanpa kamu sadari, perubahan besar dan kesuksesan dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan setiap hari secara konsisten. Di sinilah pelajaran hidup yang haru kamu terapkan.

Pemikiran ini bisa jadi menakutkan. Bukannya akan begitu menyenangkan apabila orang lain peduli terhadap kita? Tunggu dulu. Kenyataannya, kamu akan jauh lebih tenang dan tidak diliputi rasa khawatir ketika kamu menyadari bahwa sesungguhnya, orang lain tidak peduli dengan proses dan apa yang kamu lakukan. Ketidak pedulian tersebut menciptakan ruang bagi kamu untuk lolos dari rasa malu saat ingin memulai hal baru atau ketika kamu ingin menunjukkan siapa diri kamu yang sebenarnya di umur 20-an ini. Tidak ada alasan untuk tidak menjadi diri sendiri hanya karena ingin dipandang dengan image tertentu oleh orang lain, karena mereka pun sesungguhnya tidak begitu peduli dengan kita.
Let’s always cherish our 20s, Sohib! Kita tidak akan pernah bisa semuda ini lagi, waktu terus berjalan tanpa pernah terulang. Umur 20-an akan menjadi hal yang paling membingungkan dan mungkin akan ada banyak situasi yang membuat kamu kecewa, namun tetap jalani fase hidup ini dengan sebaik mungkin, ciptakan banyak momen hangat dan menyenangkan dan selalu berproses, sehingga saat tua nanti kita akan bisa mengenang masa-masa itu dengan tersenyum dan tanpa penyesalan melalui pelajaran hidup ini.